Sabtu, 19 Maret 2022

Untukmu yang Merindukan Buah Hati

 Untukmu yang merindukan buah hati

Andai engkau tau mereka yang kini tengah menyesal
Berharap memutar waktu mengejar yang tertinggal
Saat diri merasa bahwa mereka hampir gagal
Mendidik generasi tanpa sebuah bekal
Dan tak mungkin lagi mengulang dari awal

Andai saja mereka bisa
Meminta waktu kembali menyapa
Merajut kisah menyulam masa penuh makna
Mendidik generasi penghuni surga
Bahkan mungkin mereka ingin meminta
Sejenak waktu yang berjeda pun tiada mengapa
Agar buah hati hadir saat diri telah siaga

Maka untukmu yang tengah menanti buah hati

Apapun alasan Tuhanmu menunda
Inilah masa bagimu berbekal dan bersiaga
Agar kelak ketika datang karunia yang kau damba
Engkau miliki ilmu menjadi orang tua

Untukmu yang merindukan buah hati
Andai engkau tau mereka yang kini tengah merindu
Berharap mengulang masa saat dulu berbulan madu
Saat masih terasa hangatnya 2 jiwa yang berpadu
Arungi samudra cinta, berlabuh berdua diatas perahu

Andai saja mereka bisa sedikit meminta waktu
Membuang penat, pergi berdua dan bercumbu
Melepas tawa, mengukir canda dan saling merayu
Sementara kini berjalan berdua menjadi hal yang tabu

Maka untukmu yang merindukan buah hati

Apapun alasan Tuhanmu menunda
Inilah masa bagimu menikmati dunia milik berdua
Mengukir memori yang penuh tawa yang bermakna
Yang kelak akan menjadi penyemangat kala sedih melanda
Bahkan obat saat merasa lelah jiwa dan raga

Untukmu yang merindukan buah hati
Terkadang jumpa menjadi lebih istimewa
Setelah menanti begitu lama
Terkadang sesuatu menjadi lebih berharga
Saat diraih dengan usaha yang tak sederhana

Takkan mendekat yang Allah jauhkan
Takkan menjauh yang Allah dekatkan
Jika kini engkau habisi waktu dengan saling menyalahkan

Untukmu yang merindukan buah hati
Mungkin rasa syukurmu yang istimewa
Yang kelak didambakan sang Pencipta
Rasa syukur darimu yang berbeda
Saat karunia hadir dengan sedikit terjeda

Mungkin tangisanmu saat meminta
Yang begitu dinikmati sang Pencipta
Sehingga ingin sejenak lebih berlama
Bedua denganmu di tengah malam yang terjaga

Ah… apapun alasan Tuhanmu menunda
Percayalah semua telah tertulis masanya
Namun adalah hakmu untuk menghabiskan masa
Dengan cara apa engkau menanti masa tiba

Percayalah…..
Doamu selalu didengar Sang Penguasa
Meski pengabulannya tak selalu sesuai yang kau pinta
Saat kau terus berdoa meminta kehadiran ananda
Namun tak kunjung kau dapati tanda
Mungkin Tuhanmu mengabulkan dengan cara yang berbeda
Hanya saja kau tak mampu menghitung nikmat yang kau punya
Sementara mereka diluar sana begitu mendambanya

Mungkin doamu terbalas dengan dijauhkan bahaya
Atau mungkin tertunda pengabulannya
Untuk dibalas kelak di surga

Percayalah…..
Doamu selalu didengar Sang Penguasa
Bahkan ketika takdirmu akhirnya berkata
Takkan ada yang terlahir dalam rahimmu selamanya
Mungkin engkau terlahir kedunia
Untuk menjadi ibunda dari mereka yang kehilangan orang tua

Maka bila memang takdirmu begitu
Berbanggalah engkau wahai ibu
Karena pahalamu tak hanya satu
Bukan hanya sekedar dibalas sebagai ibu
Namun juga pahala membahagiakan anak yatim dan piatu.

By: kiki barkiah

Tidak ada komentar: