(Arrahmah.com) – Mungkin banyak yang sudah melupakan buku Ghirah dan Tantangan Terhadap Islam karya Buya Hamka. Buku itu memang tipis saja, nampak tidak sebanding dengan koleksi masif seperti Tafsir Al Azhar, namun tipisnya buku tidak identik dengan kurangnya isi, apalagi pendeknya visi. Sesuai judulnya, buku tersebut membahas masalah-masalah seputar ghirah dengan bercermin pada kasus-kasus yang terjadi di Indonesia. Meskipun buku ini diterbitkan pada awal tahun 1980-an, pada kenyataannya masih banyak pelajaran yang dapat kita ambil untuk dipraktekkan dalam kehidupan di masa kini.
Sabtu, 11 Juli 2015
Selasa, 07 Juli 2015
UNESCO Umumkan 24 Situs Warisan Dunia yang Baru
Champagne - Untuk menjaga sejarah dan budaya, UNESCO kerap menetapkan objek baru untuk jadi situs warisan dunia. Di tahun 2015, ada 24 situs baru yang bisa jadi pilihan objek wisata yang bisa didatangi.
Mulai dari area perkebunan anggur di Prancis, reruntuhan kota di Turki hingga area perang yang terkenal di AS masuk dalam daftar baru ini. Ditengok dari situs resmi UNESCO, Selasa (7/7/2015), ada 24 situs yang ditetapkan sebagai warisan dunia pada 3 Juli 2015 kemarin.
Denmark, Prancis, Iran dan Turki memiliki masing-masing dua tempat yang masuk dalam daftar ini. Seperti contoh, dari Turki ada Diyarbakir Fortress and Hevsel Gardens Cultural Landscape, serta Ephesus yang merupakan sisa reruntuhan kejayaan Romawi.
Mulai dari area perkebunan anggur di Prancis, reruntuhan kota di Turki hingga area perang yang terkenal di AS masuk dalam daftar baru ini. Ditengok dari situs resmi UNESCO, Selasa (7/7/2015), ada 24 situs yang ditetapkan sebagai warisan dunia pada 3 Juli 2015 kemarin.
Denmark, Prancis, Iran dan Turki memiliki masing-masing dua tempat yang masuk dalam daftar ini. Seperti contoh, dari Turki ada Diyarbakir Fortress and Hevsel Gardens Cultural Landscape, serta Ephesus yang merupakan sisa reruntuhan kejayaan Romawi.
Desa yang Hilang
Di ujung tahun 2014 bencana alam bertubi-tubi datangnya. Sinabung belum beres, Gamalama meledak. Ada juga bencana longsor di Karangkobar-Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengubur Desa Jemblung dan menewaskan ratusan warganya. Bagi yang memiliki iman, bencana alam yang datang bertubi-tubi menimpa bangsa ini tentu merupakan satu isyarat dari Allah swt, agar kita kembali ke jalan tauhid dengan benar, tidak menuhankan sesama mahluk, tidak menuhankan benda mati, karena Tuhan itu hanya satu yakni Allah swt.
Ada sekelumit kisah nyata yang pernah
Langganan:
Postingan (Atom)

