Seringkali kita merasa sendiri.
Tak ada teman berbagi, tak ada kawan yang menguatkan, tak ada sahabat
seperjuangan, bahkan tak ada lawan untuk ditandingkan. Perasaan ini
bisa menjadi begitu menyiksa jika kita selalu membandingkannya dengan
masa lalu. Masa yang (mungkin) kita rasa paling ideal, paling
menyenangkan. Masa dimana ada yang selalu bersama kita, merasakan manis
dan getirnya kehidupan. Saat itu semuanya berjalan beriringan, seirama.
Saat kita bahagia, kanan dan kiri kita pun bahagia, tentu dengan
kebahagiaan yang sama. Saat kita merasa letih, depan dan belakang pun
demikian, merasakan letih yang kita rasakan.
Tapi hidup semua orang tak selamanya berjalan beriringan. Ketika di
sekolah tentunya akan habiskan waktu bersama teman, tapi ketika waktu
pulang teman kita berjalan lurus, berbelok arah ke kanan, ke kiri, atau
memutar jalan. Yaa begitulah adanya karena semuanya mempunyai tujuan
pulang ke rumah masing-masing. Ketika saatnya tiba, mungkin kita harus
berpisah dengan teman di persimpangan jalan, dan pada waktu itu kita
harus berjalan sendiri menuju rumah. Tentu saja kita tak akan bisa
sampai rumah jika tak mau mengusahakan berjalan sendirian. Besok bisa
jadi kita bisa bertemu lagi di sekolah, kembali bersama.
Itulah hidup, tak selamanya kita harus bersama teman. Ada saat dimana
kita harus sendirian memperjuangkan nasib karena tujuan setiap orang
tentu tidak sama, walaupun ada yang mempunyai tujuan yang sama mungkin
cara yang ditempuhnya berbeda.
Hey, sudahlah. Kita hidup di masa kini. Tak perlu sering-sering
tengok masa lalu. Kita sepakat bahwa masa lalu itu memang menyenangkan,
tapi bukanlah tempat yang tepat untuk kembali. Kita hidup untuk hari ini
dan esok hari.
Saat kita merasa sendiri. Percayalah, ada suara-suara yang mungkin
tak kita dengar sedang mendoakan kita dengan tulus, ada tangan-tangan
yang mungkin tak kita lihat sedang menguatkan kita agar tetap berdiri
dan terus berjalan, ada kata dan rasa yang mungkin tak mampu terucapkan
untuk sekedar saling berbagi.
Mungkin kita masih tak menyadari bahwa ada orang-orang terdekat yang
sering kita abaikan keberadaannya, padahal merekalah sesungguhnya yang
selalu ada disaat apapun kondisi kita, mereka yang tak akan pernah
meninggalkan kita. Lihat, dengar, dan rasakan. Kita akan menyadari bahwa
kita tak pernah sendiri. Karena akan ada yang berkata : “Aku” selalu
ada, disini! Menemanimu dan tak akan pernah pergi.
Jika suatu saat nanti kita harus berjalan melalui lorong sempit dan
gelap, bahkan kita merasa lorong itu tak ada ujung, tetaplah berjalan
walau kemungkinan kita untuk keluar sangatlah kecil. Karena pasti ada
kesempatan untuk orang yang mau berjuang.
Jangan pernah hindari apapun yang menghadang kita, hadapi saja.
Semakin kita menghindar, semakin kita akan terkepung dan tak akan ada
celah lagi untuk pergi. Jangan kalah oleh masalah, Allah tau seberapa
besar kemampuan kita, hanya kita saja yang harus sedikit berusaha,
sendiri.
Semoga kita yang masih saja merasa sendiri segera menyadari diluar
sana masih ada orang yang ingin tertawa bersama kita, bukan menertawakan
kita, dan masih ada orang yang terluka ketika kita jatuh.
Masih ada harapan selagi kita mau berusaha.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar