Rabu, 16 Juli 2014

ada saatnya kita "Sendiri"

Seringkali kita merasa sendiri.
Tak ada teman berbagi, tak ada kawan yang menguatkan, tak ada sahabat seperjuangan, bahkan tak ada lawan untuk ditandingkan. Perasaan ini bisa menjadi begitu menyiksa jika kita selalu membandingkannya dengan masa lalu. Masa yang (mungkin) kita rasa paling ideal, paling menyenangkan. Masa dimana ada yang selalu bersama kita, merasakan manis dan getirnya kehidupan. Saat itu semuanya berjalan beriringan, seirama. Saat kita bahagia, kanan dan kiri kita pun bahagia, tentu dengan kebahagiaan yang sama. Saat kita merasa letih, depan dan belakang pun demikian, merasakan letih yang kita rasakan.


Tapi hidup semua orang tak selamanya berjalan beriringan. Ketika di sekolah tentunya akan habiskan waktu bersama teman, tapi ketika waktu pulang teman kita berjalan lurus, berbelok arah ke kanan, ke kiri, atau memutar jalan. Yaa begitulah adanya karena semuanya mempunyai tujuan pulang ke rumah masing-masing. Ketika saatnya tiba, mungkin kita harus berpisah dengan teman di persimpangan jalan, dan pada waktu itu kita harus berjalan sendiri menuju rumah. Tentu saja kita tak akan bisa sampai rumah jika tak mau mengusahakan berjalan sendirian. Besok bisa jadi kita bisa bertemu lagi di sekolah, kembali bersama.