Seringkali kita merasa sendiri.
Tak ada teman berbagi, tak ada kawan yang menguatkan, tak ada sahabat
seperjuangan, bahkan tak ada lawan untuk ditandingkan. Perasaan ini
bisa menjadi begitu menyiksa jika kita selalu membandingkannya dengan
masa lalu. Masa yang (mungkin) kita rasa paling ideal, paling
menyenangkan. Masa dimana ada yang selalu bersama kita, merasakan manis
dan getirnya kehidupan. Saat itu semuanya berjalan beriringan, seirama.
Saat kita bahagia, kanan dan kiri kita pun bahagia, tentu dengan
kebahagiaan yang sama. Saat kita merasa letih, depan dan belakang pun
demikian, merasakan letih yang kita rasakan.
Tapi hidup semua orang tak selamanya berjalan beriringan. Ketika di
sekolah tentunya akan habiskan waktu bersama teman, tapi ketika waktu
pulang teman kita berjalan lurus, berbelok arah ke kanan, ke kiri, atau
memutar jalan. Yaa begitulah adanya karena semuanya mempunyai tujuan
pulang ke rumah masing-masing. Ketika saatnya tiba, mungkin kita harus
berpisah dengan teman di persimpangan jalan, dan pada waktu itu kita
harus berjalan sendiri menuju rumah. Tentu saja kita tak akan bisa
sampai rumah jika tak mau mengusahakan berjalan sendirian. Besok bisa
jadi kita bisa bertemu lagi di sekolah, kembali bersama.
